<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Atikfajarbaskorowati&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://atikfajarbaskorowati.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://atikfajarbaskorowati.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Nov 2009 05:56:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='atikfajarbaskorowati.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Atikfajarbaskorowati&#039;s Blog</title>
		<link>http://atikfajarbaskorowati.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://atikfajarbaskorowati.wordpress.com/osd.xml" title="Atikfajarbaskorowati&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://atikfajarbaskorowati.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jika Si Kecil Tidak Mau Sekolah</title>
		<link>http://atikfajarbaskorowati.wordpress.com/2009/11/02/jika-si-kecil-tidak-mau-sekolah/</link>
		<comments>http://atikfajarbaskorowati.wordpress.com/2009/11/02/jika-si-kecil-tidak-mau-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 05:56:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Atik Baskorowati</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atikfajarbaskorowati.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[ORANG tua akan merasa stres jika mendengar anaknya benci ke sekolah dan tidak mau sekolah lagi. Cara untuk membujuknya adalah bukan dengan memarahi atau membentaknya, melainkan cari tahu apa penyebabnya dan ajaklah si kecil bicara secara baik-baik. Mungkin hampir sebagian besar anak pernah merasakan benci untuk datang ke sekolah, namun biasanya perasaan tersebut tidak berlangsung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atikfajarbaskorowati.wordpress.com&amp;blog=8862750&amp;post=12&amp;subd=atikfajarbaskorowati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ORANG tua akan merasa stres jika mendengar anaknya benci ke sekolah dan tidak mau sekolah lagi. Cara untuk membujuknya adalah bukan dengan memarahi atau membentaknya, melainkan cari tahu apa penyebabnya dan ajaklah si kecil bicara secara baik-baik.<br />
Mungkin hampir sebagian besar anak pernah merasakan benci untuk datang ke sekolah, namun biasanya perasaan tersebut tidak berlangsung lama. Sekolah adalah salah satu tempat dimana seseorang bisa mendapatkan pendidikan, teman dan mengembangkan kemampuan untuk bersosialisai dengan sesama.<br />
Anak yang tidak mau sekolah bisa saja karena anak merasa takut atau stres untuk datang ke sekolah, hal ini akan berefek ke tubuh si anak. Anak yang stres tentang sekolahnya akan memicu timbulnya sakit kepala atau sakit pada bagian pencernaannya.<br />
Memiliki masalah dengan waktu tidurnya juga merupakan salah satu tanda dari stres. Jika anak tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk tidur, maka anak akan suka marah-marah dan menjadi cepat lelah sepanjang hari. Perasaan tersebut bisa membuat anak merasa tidak betah atau memperburuk keadannya di sekolah.<br />
Selain stres ada banyak penyebab mengapa anak tidak mau sekolah, bisa saja karena adanya kekerasan dalam sekolah, tidak suka dengan salah satu temannya, bermasalah dengan guru, merasa berbeda dengan anak-anak yang lain dan mungkin hanya mempunyai teman yang sedikit. Kadang penyebab lainnya adalah berhubungan dengan tugas sekolah, yang terlalu mudah sehingga merasa bosan atau bahkan terlalu susah yang membuat anak merasa tidak lebih pintar dibandingkan dengan teman-temannya.<br />
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat anak semangat kembali ke sekolah, seperti dikutip dari Kidshealth, Kamis (27/8/2009):<br />
1.	Ajaklah anak bicara secara baik-baik tentang masalah yang dihadapi di sekolahnya. Anak bisa berbicara dengan orang tua, teman atau guru yang dipercaya sehingga bisa membuatnya merasa lebih baik.<br />
2.	Biasakan anak untuk selalu menulis apapun yang terjadi atau perasaannya dalam sebuah diari. Hal ini bagus bagi anak yang tidak ingin berbagi dengan siapapun, karena bisa membantu mengeluarkan segala emosi yang dipendamnya.<br />
3.	Jika bermasalah dengan pelajaran di sekolah, mintalah bantuan guru di sekolah atau guru privat untuk memberinya tambahan pelajaran. Jangan biarkan hal ini berlangsung terlalu lama, karena lebih mudah untuk mengejar ketinggalan satu bab pelajaran dibandingkan dengan satu buku pelajaran.<br />
4.	Biasakan mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan sang anak untuk ke sekolah sejak malam harinya, sehingga saat pagi hari anak tidak merasa stres atau terburu-buru yang membuatnya malas untuk pergi ke sekolah.<br />
5.	Ajaklah anak untuk menulis apa yang tidak disukai di sekolah dan apa yang dsukai di sekolah (meskipun mungkin hanya saat istirahat saja). Lalu cari solusi bersama-sama untuk mengatasi hal-hal yang tidak disukai anak di sekolah.<br />
Memang tidak mudah untuk mengubah semua yang tidak disukai anak di sekolah secara langsung. Tapi dengan mengetahui apa penyebab anak tidak mau sekolah, orang tua bisa memperkirakan bagaimana jalan keluar yang terbaik untuk sang anak sehingga mau kembali lagi ke sekolah.<br />
Untuk itu, cari tahulah apa penyebabnya dan jangan pernah memarahi atau membentak sang anak. Karena hal ini akan membuat anak merasa semakin tidak nyaman dan tidak mau menceritakan masalah yang sedang dihadapinya.<br />
<img src="http://atikfajarbaskorowati.files.wordpress.com/2009/11/meri-nggambar.jpg?w=131&#038;h=150" alt="meri nggambar" title="meri nggambar" width="131" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-13" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atikfajarbaskorowati.wordpress.com&amp;blog=8862750&amp;post=12&amp;subd=atikfajarbaskorowati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atikfajarbaskorowati.wordpress.com/2009/11/02/jika-si-kecil-tidak-mau-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6758c36371c4b2dc954d207960825056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atikfajarbaskorowati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://atikfajarbaskorowati.files.wordpress.com/2009/11/meri-nggambar.jpg?w=131" medium="image">
			<media:title type="html">meri nggambar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Mengatakan Tidak Pada Anak</title>
		<link>http://atikfajarbaskorowati.wordpress.com/2009/11/02/belajar-mengatakan-tidak-pada-anak/</link>
		<comments>http://atikfajarbaskorowati.wordpress.com/2009/11/02/belajar-mengatakan-tidak-pada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 05:47:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Atik Baskorowati</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[PERKEMBANGAN ANAK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atikfajarbaskorowati.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[SAAT kita mengajak anak kita pergi ke supermarket, mall atau tempat umum lainnya, terkadang anak menginginkan suatu barang entah itu mainan atau jajanan. Namun, kadang kita tidak bisa memenuhi permintaan mereka dan sulit untuk mengatakan tidak pada anak. Ada beberapa orang tua yang mengatakan tidak pada anaknya dengan cara membentak atau mengomelinya sehingga membuat anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atikfajarbaskorowati.wordpress.com&amp;blog=8862750&amp;post=9&amp;subd=atikfajarbaskorowati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SAAT kita mengajak anak kita pergi ke supermarket, mall atau tempat umum lainnya, terkadang anak menginginkan suatu barang entah itu mainan atau jajanan. Namun, kadang kita tidak bisa memenuhi permintaan mereka dan sulit untuk mengatakan tidak pada anak.<br />
Ada beberapa orang tua yang mengatakan tidak pada anaknya dengan cara membentak atau mengomelinya sehingga membuat anak menangis, padahal tindakan ini tidak baik bagi psikologis sang anak. Jadi, sebaiknya orang tua mengatakan tidak pada anak dengan cara yang lebih bisa dimengerti oleh anak.<br />
Pada sebuah survei yang dilakukan oleh Centre for a New American Dream menemukan bahwa anak-anak belajar kebiasaan merengek sejak awal kehidupannya dan biasa dilakukan untuk mencari perhatian orang tuanya.<br />
Penemuan lain mengatakan bahwa anak yang suka merengek minta dibelikan sesuatu karena anak tersebut melihat teman bermainnya memiliki barang yang baru. Sekitar lebih dari 50 persen anak-anak dalam survei mengatakan dengan memiliki barang terbaru tersebut, anak-anak akan merasa diterima oleh teman-temannya dan membuatnya merasa lebih baik.</p>
<p>&#8220;Orang tua perlu mengajarkan anak-anaknya untuk melihat kualitas dan kegunaan dari barang tersebut dan memiliki kemampuan untuk untuk menentukan pilihan sendiri,&#8221; ujar Jody Johnston Pawel seorang penulis The Parent&#8217;s Toolshop, seperti dikutip dari Health24, Jumat (14/8/2009).<br />
Selain itu, orang tua juga harus mengajarkan anaknya tentang bagaimana menanggapi tekanan sang anak terhadap teman-temannya, dan memberitahu anak bahwa untuk bisa diterima oleh teman-teman caranya adalah dengan selalu bersikap ramah ke semua orang.<br />
Jody Johnston Pawel memberikan tips untuk mengatasi rengekan anak-anak, yaitu:<br />
1.	Berikan alasan kenapa menolaknya.<br />
2.	Berusaha mengenali perasaan sang anak tapi tetap menolaknya.<br />
3.	Sarankan alternatif lain yang bisa diterima.<br />
4.	Biarkan anak memilih salah satu dari beberapa pilihan tersebut.<br />
5.	Katakan dengan baik-baik bahwa anak tidak akan mendapatkan apa yang dimintanya.<br />
6.	Katakan bahwa untuk mendapatkan barang tersebut sang anak harus menabung terlebih dahulu.<br />
Jadi, sebaiknya katakan tidak pada anak dengan cara yang lebih bisa diterima oleh sang anak, bukan dengan cara mengomeli atau membentaknya di depan umum</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atikfajarbaskorowati.wordpress.com&amp;blog=8862750&amp;post=9&amp;subd=atikfajarbaskorowati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atikfajarbaskorowati.wordpress.com/2009/11/02/belajar-mengatakan-tidak-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6758c36371c4b2dc954d207960825056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atikfajarbaskorowati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERKEMBANGAN EMOSI SI PRASEKOLAH</title>
		<link>http://atikfajarbaskorowati.wordpress.com/2009/10/25/perkembangan-emosi-si-prasekolah/</link>
		<comments>http://atikfajarbaskorowati.wordpress.com/2009/10/25/perkembangan-emosi-si-prasekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 10:11:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Atik Baskorowati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atikfajarbaskorowati.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan emosi dimulai sejak anak lahir terus sampai anak menjadi besar. Awalnya, kemampuan anak dalam mengekspresikan perasaannya masih terbatas. Ketika baru lahir anak hanya bisa menunjukkan perasaan senang dan tidak senang. Perasaan tidak senang ditunjukkannya dengan perilaku rewel atau menangis. Ketidaksenangannya bisa karena lapar, kedinginan, kepanasan, sakit, dan sebagainya. Sedangkan perasaan senang ditunjukkannya dengan perilaku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atikfajarbaskorowati.wordpress.com&amp;blog=8862750&amp;post=5&amp;subd=atikfajarbaskorowati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkembangan emosi dimulai sejak anak lahir terus sampai anak menjadi besar. Awalnya, kemampuan anak dalam mengekspresikan perasaannya masih terbatas. Ketika baru lahir anak hanya bisa menunjukkan perasaan senang dan tidak senang. Perasaan tidak senang ditunjukkannya dengan perilaku rewel atau menangis. Ketidaksenangannya bisa karena lapar, kedinginan, kepanasan, sakit, dan sebagainya. Sedangkan perasaan senang ditunjukkannya dengan perilaku tenang, tersenyum, menyuarakan bunyi-bunyi seperti bentuk tertawa, dan sebagainya. Perasaan senang ini karena ia merasa nyaman, kenyang, dan lainnya.</p>
<p>Seiring bertambah usia, anak banyak belajar dan mengembangkan emosinya melalui pengalaman dalam berinteraksi dengan orang-orang di sekelilingnya. Perbendaharaan emosi anak bertambah, tidak lagi terbatas pada emosi senang dan tidak senang saja, anak juga sudah mampu mengekspresikan emosi lainnya seperti takut, iri hati, cemburu, sedih, gembira, cemas, dan sebagainya. Umumnya, di akhir usia batita atau sekitar usia 2 tahun, perbendaharaan emosi yang dimiliki anak sudah sama seperti emosi yang ada pada orang dewasa. Artinya, jika orang dewasa bisa marah, anak pun bisa marah; orang dewasa bisa iri, anak pun bisa iri, dan sebagainya.</p>
<p><strong>BEDA ANAK DAN DEWASA</strong><strong> </strong></p>
<p>Perbedaan antara emosi orang dewasa dan anak adalah dalam hal stabilitasnya. Pada orang dewasa, perubahan dari satu emosi ke emosi lain umumnya tidak terjadi dalam waktu cepat. Contoh, orang dewasa yang sedang marah tidak bisa segera menjadi senang atau gembira kembali. Sedangkan pada anak, perubahan dari satu emosi ke emosi lainnya bisa terjadi dengan cepat sekali. Misal, ketika sedang senang-senangnya bermain, bisa saja ia tiba-tiba berubah marah dan menangis kencang ketika mainannya direbut teman. Atau, ketika anak yang sedang menangis kencang diberi es krim, tangisnya bisa berhenti seketika dan ia langsung tertawa riang.</p>
<p>Disamping stabilitas emosi, perbedaan lainnya adalah dalam pengendalian emosi. Orang dewasa diharapkan lebih mampu mengendalikan emosinya pada waktu, tempat, dan dengan cara yang tepat. Sementara anak belum bisa mengendalikan emosinya dengan baik. Ketika keinginan anak tak dipenuhi, dia akan marah dan menangis tak peduli sekalipun saat itu berada di keramaian atau tempat umum. Begitu pun caranya mengekspresikan amarah dengan memukul, membanting, dan sebagainya tanpa ia merasa malu ditonton banyak orang.</p>
<p><strong>BANYAK PENGARUH</strong></p>
<p>Pada dasarnya, perkembangan emosi dipengaruhi perkembangan beberapa aspek seperti fisik-motorik, kognitif, maupun sosial. Sifat bawaan atau temperamen anak, serta pola asuh dan lingkungan sosial tempat anak dibesarkan juga berpengaruh terhadap perkembangan emosinya.</p>
<p>Perkembangan kognitif berpengaruh terhadap keberlangsungan proses belajar anak. Ketika kemampuan berpikirnya sudah semakin berkembang, anak semakin paham terhadap harapan lingkungannya. Misal, ia tahu bahwa bila marah tidak boleh memukul atau membanting barang, karena akan merugikan orang lain. Atau, kalau dulu ia takut dan menangis tiap kali lihat badut, semakin besar ia tahu bahwa badut tidak berbahaya sehingga ia tidak perlu takut dan menangis lagi.</p>
<p>Di sisi lain, lingkungan sosialnya mengajari anak bagaimana cara mengekspresikan emosi sesuai dengan harapan lingkungan. Pada kenyataannya ekspresi perasaan seseorang tidak semata-mata dipengaruhi oleh pemahaman secara kognitif. Namun, yang lebih penting adalah latihan mengelola perasaan agar dapat diekspresikan sesuai waktu, tempat, dan cara yang bisa diterima lingkungan. Lingkungan sosial memang banyak berperan dalam membantu anak melatih dan mengelola emosinya dengan baik.</p>
<p><strong>Dedeh Kurniasih. Foto: Ferdi/nakita</strong></p>
<p align="right"><em>Narasumber:</em><em> </em></p>
<p align="right"><strong>Dra. Dini P. Daengsari, M.Si.,</strong></p>
<p align="right"><em>psikolog dari Universitas Indonesia</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atikfajarbaskorowati.wordpress.com&amp;blog=8862750&amp;post=5&amp;subd=atikfajarbaskorowati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atikfajarbaskorowati.wordpress.com/2009/10/25/perkembangan-emosi-si-prasekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6758c36371c4b2dc954d207960825056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atikfajarbaskorowati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Psikologis dan Emosional pada Balita</title>
		<link>http://atikfajarbaskorowati.wordpress.com/2009/10/19/perkembangan-psikologis-dan-emosional-pada-balita/</link>
		<comments>http://atikfajarbaskorowati.wordpress.com/2009/10/19/perkembangan-psikologis-dan-emosional-pada-balita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 07:51:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Atik Baskorowati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atikfajarbaskorowati.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Selain perkembangan fisik, satu hal yang juga harus diperhatikan oleh setiap orangtua yaitu perkembangan psikologis dan emosional buah hatinya. Dengan peka terhadap setiap tahap perkembangan si kecil dapat mempererat hubungan orangtua dan anak, selain tentunya membantu anda mengetahui bagaimana cara menangani anak anda. Berikut beberapa tahap dalam perkembangan psikologis dan emosional anak anda yang bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atikfajarbaskorowati.wordpress.com&amp;blog=8862750&amp;post=3&amp;subd=atikfajarbaskorowati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selain perkembangan fisik, satu hal yang juga harus diperhatikan oleh setiap orangtua yaitu perkembangan psikologis dan emosional buah hatinya. Dengan peka terhadap setiap tahap perkembangan si kecil dapat mempererat hubungan orangtua dan anak, selain tentunya membantu anda mengetahui bagaimana cara menangani anak anda. Berikut beberapa tahap dalam perkembangan psikologis dan emosional anak anda yang bisa menjadi panduan bagi anda sebagai orangtua.</p>
<p><strong>Usia 12 &#8211; 36 bulan</strong><br />
Kegiatan mendongeng atau membacakan cerita sebelum tidur untuk si kecil merupakan sebuah aktifitas yang tak hanya menyenangkan, namun juga dapat mengembangkan kemampuan membaca si kecil sejak dini. Kemampuan tersebut meliputi:</p>
<ul>
<li>Bagaimana sebuah buku      bekerja, dalam hal ini anda mengajarkan bahwa sebuah buku bisa baru akan      bermakna setelah kita membukanya, dan membaca cerita didalamnyaMembaca      dimulai dari kiri ke kanan</li>
<li>Buku bisa menceritakan      sebuah kisah</li>
<li>Setiap cerita memiliki awal      dan akhir</li>
</ul>
<p>Setelah si kecil tahu manfaat dan cara kerja buku, anda bisa mulai mengajarkannya untuk menyukai aktifitas membaca buku, ditahap ini anda cukup mengejarkannya beberapa hal seperti:</p>
<ul>
<li>Membacakannya buku dengan      suara yang jelas dan keras</li>
<li>Biarkan si kecil bermain-main      dengan bukunya, sehingga ia familiar dengan buku</li>
<li>Bacalah dalam waktu yang      singkat, karena bagi anak-anak 10 menit membaca merupakan waktu yang lama</li>
<li>Ikuti cerita anda dengan      pertanyaan seputar kisah yang ada dalam buku tersebut, untuk memancing      interaksi antara anak anda dengan buku yang sedang dibaca</li>
<li>Jika si kecil tiba-tiba      merebut buku yang sedang anda bacakan, biarkan ia melakukan hal tersebut,      karena hal tersebut pertanda si kecil ingin bereksplorasi dengan bukunya.</li>
</ul>
<p><strong>Usia 18-36 bulan</strong><br />
Jika di bulan-bulan sebelumnya bayi anda sulit berpisah dari anda, maka memasuki tahun kedua si kecil mulai menyadari bahwa ia juga mahkluk indiviual. Mereka akan mulai melakukan sesuatu sendiri. Pada tahap ini berikan ruang pada anak anda untuk tumbuh. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara:</p>
<ul>
<li>Sediakan lebih banyak waktu      bagi anak anda untuk melakukan lebih banyak hal sendiri, misalnya saat ia      ingin mengembalikan mainannya sendiri ke kotaknya, saat ia ingin makan      sendiri, membuka sepatu sendiri dan sebagainya.</li>
<li>Sertakan si kecil       dalam aktifias harian anda misalnya saat anda membersihkan rumah, anda      bisa memberinya lap bersih dan sebagainya sehingga ia merasa telah turut      serta bersih-bersih bersama anda.</li>
<li>Pada tahap ini adakalanya      si kecil akan membuat anda jengkel, misalnya membuat makanannya berantakan      saat mencoba makan sendiri, jika hal tersebut terjadi bersabarlah,      bimbinglah ia untuk melatih kemandiariannya dengan benar dan jangan buat      ia menyerah karena omelan anda.</li>
<li>Seringkali anda mengatakan      &#8220;tidak&#8221; untuk melarang si kecil melakukan ini itu, jangan kaget      jika di usia ini si kecil akan balik mengatakan &#8220;tidak&#8221; untuk      setiap yang anda minta. Alangkah lebih baik jika sejak dini anda mulai      memilih kata-kata yang tepat untuk mengatakan &#8220;tidak&#8221; pada si kecil.</li>
</ul>
<p><strong>Usia 18 &#8211; 24 bulan</strong><br />
Memasuki usia 18 bulan, si kecil sudah mulai bisa mengucapkan satu dua patah kata sederhana, bahkan anda akan merasa excited karena ternyata si kecil sudah mulai bisa anda ajak mengobrol. Meski demikian anda harus bersabar karena meski sudah mengenal beberapa kata, namun si kecil belum sepenuhnya mengerti maksud dari kata yang diucapkannya. Bimbinglah ia terus untuk mengembangkan kemampuan bicaranya dengan cara:</p>
<ul>
<li>Jangan meneruskan kalimat      yang seharusnya diselesaikan anak anda, karena hanya akan membuat anak      anda frustasi.</li>
<li>Meski sudah mulai bisa      berbicara, namun anda harus ingat, si kecil masih akan menggunakan      tangisan saat lelah, lapar, atau sakit.</li>
<li>Beri kesempatan pada si      kecil untuk berbicara, khususnya jika ada anak lain yang lebih tua di      rumah anda.</li>
<li>Jadilah contoh pembicara      yang baik untuk anak anda, karena pada usia ini anak anda sedang hobinya      meniru apa yang dilihat dan didengarnya. Biasakan menggunakan kata-kata      yang baik dan jelas dalam keseharian anda.</li>
</ul>
<p><strong>Usia 24 bulan</strong><br />
Memasuki usia 24 bulan anak anda mulai merasakan hubungan antara perasaan dan perbuatannya terhadap orang lain. Hal tersebut lah yang menjadi dasar interaksi si kecil dengan sesama yang nantinya membangun hubungan persahabatan. Sikap empati tersebut perlu dikembangkan oleh si kecil sejak dini dengan cara:</p>
<ul>
<li>Saat anak anda sedang kesal      atau sedih, biarkan ia merasakan dan mengahadapi perasaan tersebut, jangan      coba menutupi perasaannya atau melarangnya mengungkapkan perasanannya.      Dengan demikian anak akan belajar mengidentifikasi beragam perasaan yang      dirasakannya.</li>
</ul>
<p>Perhatikan emosi anda. Jangan malu mengakui jika anda sedang marah, sedih atau kecewa. Namun pastikan juga anda tidak over acting menghadapi perasaan tersebut sehingga membuat anak anda takut dan aneh dengan reaksi anda</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atikfajarbaskorowati.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atikfajarbaskorowati.wordpress.com&amp;blog=8862750&amp;post=3&amp;subd=atikfajarbaskorowati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atikfajarbaskorowati.wordpress.com/2009/10/19/perkembangan-psikologis-dan-emosional-pada-balita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6758c36371c4b2dc954d207960825056?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atikfajarbaskorowati</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
